Mantan striker Premier League, Gabby Agbonlahor, menilai Bruno Fernandes berpotensi menyesal karena bermain terlalu lama di Manchester United. Menurutnya, gelandang asal Portugal itu mungkin merasa telah menyia-nyiakan masa terbaik dalam kariernya meski menjadi pemain penting di klub.
Sejak bergabung dari Sporting CP pada 2020, Fernandes tampil konsisten dan menjadi tumpuan Setan Merah. Ia mencatatkan 105 gol dan 103 assist dalam 319 penampilan, serta memenangkan penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year empat kali. Prestasi itu menunjukkan kualitasnya, tetapi bukan jaminan gelar besar di liga atau Eropa.
Agbonlahor menekankan, posisi MU akan berbeda tanpa Fernandes. “Saya takut membayangkan di mana Manchester United dalam lima tahun terakhir tanpa dia. Sepanjang musim ini, dia selalu tampil meski tim kadang kesulitan,” ujarnya kepada talkSPORT.
Kontribusi Fernandes di Tengah Kesulitan
Bruno Fernandes masih menjadi sosok vital di lapangan. Musim ini, meski sempat dimainkan lebih dalam, ia tetap menonjol dengan tujuh gol dan 16 assist dari 27 penampilan Premier League. Hanya Erling Haaland yang memiliki kontribusi gol lebih banyak darinya di liga saat ini.
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
Peran Fernandes terlihat saat kemenangan 3-1 atas Aston Villa, di mana dua assist-nya membantu MU mengamankan poin penting. Kemampuan membuat perbedaan di setiap laga membuatnya menjadi kapten dan pemimpin tim, bahkan saat performa tim keseluruhan menurun.
Kehadiran Fernandes juga menjadi penentu moral tim. Meski MU menghadapi hasil buruk atau kesulitan di liga, pemain berusia 31 tahun ini selalu bisa diandalkan untuk tampil konsisten dan memberikan dampak langsung di pertandingan.
Baca Juga: Tudor Tanggapi Soal Pemecatan dengan Pembelaan Aneh Pasca Tiga Kekalahan Tottenham
Minim Trofi Jadi Sorotan
Meskipun kontribusinya luar biasa, Fernandes hanya meraih dua trofi bersama MU Piala FA 2024 dan Piala Liga Inggris 2023. Agbonlahor menyoroti bahwa minimnya gelar liga atau Liga Champions bisa menjadi sumber penyesalan bagi sang gelandang.
“Dia berusia 32 pada September dan hanya memenangkan satu Piala FA dan satu Piala Liga. Lihatlah pemain seperti Kevin De Bruyne yang menang segalanya di Manchester City. Fernandes layak menutup karier dengan gelar liga dan Liga Champions,” kata Agbonlahor.
Minimnya trofi ini menimbulkan pertanyaan apakah Fernandes seharusnya pindah lebih awal ke klub yang lebih kompetitif di Eropa. Keputusan tetap bertahan di MU membuat kariernya tetap dihargai, tetapi gelar besar yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai.
Kontrak dan Masa Depan Fernandes
Fernandes masih terikat kontrak di MU hingga 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Laporan menyebutkan ia memiliki klausul pelepasan sebesar £56,6 juta yang memungkinkan klub luar negeri mengaktifkannya.
Meski begitu, pelatih interim Michael Carrick menegaskan klub tidak berniat melepas kaptennya. “Bruno jelas bukan pemain yang ingin kami kehilangan. Dia sangat penting bagi kami untuk musim panas ini dan seterusnya,” ujar Carrick. Dengan kontrak yang panjang dan posisi sentral di tim, masa depan Fernandes di MU tampak aman untuk saat ini.
Namun, keputusan bertahan atau pindah ke klub yang bisa memberinya gelar liga dan Liga Champions tetap menjadi pertimbangan penting bagi kariernya. Dapatkan berita sepak bola terbaru setiap hari, mulai dari skor langsung, analisis pertandingan, kabar transfer, dan prediksi akurat yang bisa kalian ikuti secara lengkap dan eksklusif hanya di footballsocio.com.